Jamaah Syattariyah Baru Memulai Puasa Hari Ini
Padang – Jamaah Tarekat Syattariyah di Sumatera Barat diperkirakan akan memulai ibadah puasa Ramadan pada Jumat atau Sabtu 21 januari 2026, tergantung hasil pengamatan hilal (bulan sabit) yang dilakukan sesuai tradisi tarekat tersebut.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, penetapan awal Ramadan oleh jamaah Syattariyah tidak semata mengikuti kalender nasional, melainkan melalui metode hisab dan rukyat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi “Maniliak Bulan”
Jamaah Syattariyah dikenal mempertahankan tradisi lokal yang disebut “maniliak bulan”, yakni proses melihat hilal secara langsung di lokasi tertentu, biasanya di kawasan pesisir seperti Ulakan, Padang Pariaman.
Proses ini dilakukan oleh para ulama dan tokoh tarekat pada tanggal 29 bulan Syakban. Jika hilal terlihat secara sah menurut kriteria mereka, maka malam itu juga ditetapkan sebagai awal Ramadan dan jamaah mulai melaksanakan salat tarawih, kemudian berpuasa keesokan harinya.
Namun jika hilal tidak terlihat, maka bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga puasa dimulai lusa.
Metode Hisab dan Pertimbangan Ulama
Dalam praktiknya, Syattariyah tidak hanya mengandalkan penglihatan langsung, tetapi juga menggunakan perhitungan hisab tradisional yang merujuk pada kitab-kitab falak klasik yang menjadi pegangan tarekat.
Hisab tersebut digunakan untuk memperkirakan posisi bulan, tinggi hilal, dan kemungkinan terlihat atau tidaknya hilal pada saat matahari terbenam. Hasil hisab ini kemudian dikonfirmasi melalui rukyat (pengamatan langsung).
Setelah proses tersebut, para ulama dan pimpinan tarekat bermusyawarah untuk mengambil keputusan. Penetapan ini bersifat internal dan menjadi pedoman bagi seluruh jamaah Syattariyah.
Potensi Perbedaan dengan Pemerintah
Karena metode dan kriteria yang digunakan berbeda dengan pemerintah, awal puasa jamaah Syattariyah terkadang tidak sama dengan keputusan sidang isbat nasional.
Meski demikian, perbedaan tersebut telah lama menjadi bagian dari dinamika penetapan awal Ramadan di Indonesia dan berlangsung dalam suasana saling menghormati.
Hingga saat ini, jamaah Syattariyah masih menunggu hasil pengamatan hilal. Jika hilal terlihat, puasa kemungkinan dimulai pada Jumat. Namun jika belum terlihat, maka awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Sabtu.
