Tentang waringin.co
Kita hidup di zaman ketika alam semakin sunyi dan manusia semakin bising. Informasi berkejaran, budaya terfragmentasi, dan krisis ekologis berjalan seperti bayang-bayang yang enggan kita tatap. Di tengah keramaian itu, hubungan terdalam antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual sering terlupakan.
Waringin.co lahir sebagai ruang untuk mengingat kembali hubungan itu.
Dalam banyak tradisi Nusantara, pohon waringin adalah tempat pertemuan antara manusia dengan sesamanya, dengan leluhur, dan dengan alam yang lebih besar dari hidup kita. Ia adalah metafora rumah, teduh, dan hikmah.
Waringin.co ingin menjadi pohon itu dalam bentuk digital:
sebuah ruang teduh untuk membaca, merenung, dan menemukan kembali arah hidup di tengah dunia yang serba cepat.
Kami percaya bahwa ekologi tidak bisa dipisahkan dari budaya; dan budaya tidak bisa dilepaskan dari spiritualitas bumi, suatu cara kita memahami diri dan dunia. Itulah yang disebut ekoteologi: cara melihat bahwa alam bukan hanya sumber daya, melainkan ruang suci kehidupan yang menuntun manusia pada kesadaran
